MUARA BULIAN ,-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Ketidakpastian mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 di Kabupaten Batanghari terus menuai perhatian publik. Setelah lama menunggu tanpa kepastian resmi, para pegawai dan masyarakat penerima manfaat mendesak Bupati Batanghari beserta jajaran dinas terkait untuk segera memberikan keterbukaan informasi secara transparan.
Keresahan ini makin mencuat akibat minimnya penjelasan resmi terkait kendala maupun estimasi waktu penyaluran hak-hak pegawai tersebut. Kondisi ini dinilai memicu spekulasi berlarut-larut dan memberatkan perencanaan ekonomi para penerima tunjangan.
Desakan Transparansi: “Ada Katakan Ada, Tidak Katakan Tidak”
Sejumlah pihak menyuarakan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari bersikap terbuka mengenai kondisi sebenarnya. Ketegasan informasi dinilai jauh lebih bijak ketimbang membiarkan publik berada dalam spekulasi dan penantian yang tak pasti.
”Kami hanya butuh kejelasan yang simpel dan tegas dari pihak Pemkab. Jika anggaran tersedia dan siap dicairkan, sampaikan kapan tanggal pastinya. Namun, jika ada kendala teknis atau penundaan, katakan sejujurnya agar tidak menimbulkan harapan hampa,” ujar salah satu warga di lingkup Batanghari.
Dampak Signifikan terhadap Perekonomian Keluarga
Pencairan THR dan Gaji ke-13 merupakan krusial untuk menopang kebutuhan finansial keluarga, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga pembiayaan pendidikan.
Keterlambatan yang terjadi tanpa diimbangi komunikasi publik yang efektif dinilai berdampak langsung pada kesejahteraan pegawai dan perputaran ekonomi lokal di Batanghari.
Masyarakat dan para pegawai kini menunggu iktikad baik serta pengumuman resmi dari Pemkab Batanghari guna mengakhiri polemik ketidakpastian ini.(*)
Jurnalis: Taufik Mersam






