​MUARA BULIAN-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Suasana riuh sebuah warung kopi di kawasan Muara Bulian mendadak lesu. Asap rokok mengepul mengiringi helaan napas panjang beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari. Cangkir-cangkir kopi yang biasanya menjadi saksi obrolan hangat, kini berganti menjadi tempat menuangkan kekecewaan mendalam akibat kabar tak sedap jelang hari raya: Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 yang ditunggu-tunggu dipastikan tidak cair tepat waktu.

​Kejadian bermula ketika bermunculan informasi bahwa THR ASN akan segera dicairkan sebelum Lebaran. Mendengar kabar angin segar tersebut, antusiasme merayakan hari kemenangan bersama keluarga pun membumbung tinggi. Tanpa ragu, sebagian pegawai mulai berbelanja berbagai kebutuhan Lebaran melalui aplikasi e-commerce.

​”Begitu dapat kabar THR mau cair, langsung kepikiran beli kebutuhan rumah dan baju baru. Saya pesan berbagai barang di e-commerce sampai totalnya lebih dari Rp3 juta,” ujar salah seorang ASN Batanghari yang enggan disebutkan namanya saat dijumpai di warung kopi.

​Namun, kenyataan pahit menghantam menjelang hari H. Informasi terkini menyatakan bahwasanya anggaran THR dan Gaji ke-13 di Kabupaten Batanghari belum dapat ditransfer. Harapan yang sudah melambung tinggi seketika sirna. Pesanan barang kebutuhan senilai jutaan rupiah yang sudah terlanjur dipesan kini justru menjadi beban finansial baru di tengah ketidakpastian.

​Pupusnya pencairan THR dan Gaji ke-13 ini memicu gejolak serta keprihatinan mendalam di kalangan para ASN setempat. Bagi para pegawai, THR dan Gaji ke-13 bukan sekadar bonus tahunan, melainkan sandaran utama untuk menutupi lonjakan kebutuhan hidup dan tradisi menjelang Hari Raya Idulfitri.

​Melalui ruang publik seperti warung kopi ini, para ASN Batanghari menyampaikan aspirasi dan menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Batanghari serta pihak terkait. Mereka meminta pemerintah daerah segera turun tangan untuk mencari formula dan solusi konkret yang memuaskan serta berkeadilan bagi seluruh pegawai.

​Masyarakat kini menunggu langkah nyata Pemkab Batanghari dalam menyelesaikan permasalahan anggaran ini, agar kesejahteraan dan hak-hak para abdi negara dapat terpenuhi secara layak.(*)

Jurnalis: Taufik Mersam