BATANGHARI, JAMBI — Berakhirnya polemik pergantian jabatan ketua panitia yang sebelumnya diisi oleh suami Kepala Sekolah di SD 140/1 Seilais Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, ternyata belum meredam gelombang protes. Sorotan publik kini tertuju pada tata kelola pengadaan barang dan jasa di sekolah tersebut yang dinilai tidak transparan sertadidominasi penuh oleh pihak kepala sekolah.
Masyarakat desa setempat bersama majelis guru dan Komite Sekolah menyayangkan minimnya keterlibatan pihak lokal dalam proses belanja barang, baik untuk kebutuhan skala kecil maupun besar.
Tuntutan Transparansi dan Pelibatan Masyarakat Lokal
Proses pengadaan yang berjalan tanpa melibatkan elemen lingkungan sekitar memicu kekecewaan mendalam. Sekolah yang seharusnya menjadi mitra masyarakat dinilai berjalan sendiri tanpa mengindahkan prinsip akuntabilitas dan pemberdayaan warga lokal.
Dugaan Dominasi Tunggal: Seluruh proses pengadaan barang dari paket terkecil hingga terbesar diduga dikendalikan langsung oleh kepala sekolah tanpa membuka ruang partisipasi.
Komite dan Guru Dikesampingkan: Majelis guru serta Komite Sekolah merasa tidak diberi peran aktif dan hanya dijadikan pelengkap administrasi.
Kekecewaan Warga: Masyarakat setempat merasa asing di wilayahnya sendiri karena hanya diposisikan sebagai penonton atas berbagai kegiatan pengadaan di sekolah.
”Seharusnya kami di sini dilibatkan dalam pengadaan barang, jangan mereka semua yang ambil dari yang paling kecil sampai yang besar. Sementara kami masyarakat di sini cuma jadi penonton,” ungkap salah seorang warga setempat menyuarakan keluhannya.
Sorotan Pada Tata Kelola Sekolah
Pergantian ketua panitia yang sebelumnya kental dengan isu nepotisme ternyata belum menjadi jaminan membaiknya sistem manajerial di SD 140/1 Seilais Malapari. Publik menilai perubahan figur tidak akan berdampak positif jika pola kepemimpinan yang tertutup masih terus dipertahankan.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat bersama Komite Sekolah mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari untuk turun tangan melakukan evaluasi dan audit terhadap tata kelola anggaran serta proyek pengadaan di SD 140/1 Seilais Malapari demi mengembalikan kepercayaan publik dan keharmonisan di lingkungan sekolah.(Red)
JURNALIS:M.EFRIN.SH






