MUARA BULIAN — Keluhan warga Kabupaten Batanghari terkait meluapnya aktivitas angkutan batubara kembali memuncak. Naiknya ongkos angkutan batubara memicu lonjakan drastis jumlah armada yang melintas, mulai dari truk biasa hingga truk tronton bertonase besar. Situasi ini dinilai kian tak terkendali dan mengancam keselamatan para pengguna jalan.

​Padahal, Instruksi Gubernur (Inggub) Jambi telah secara tegas melarang truk angkutan batubara lintas kabupaten melintasi jalan nasional di wilayah Batanghari. Tak hanya itu, kendaraan berat jenis tronton dengan muatan berlebih (overload) yang melakukan perjalanan antarprovinsi pun dilarang keras menggunakan jalur tersebut.

​Namun, di lapangan, kondisi justru menunjukkan hal sebaliknya. Warga menilai aturan hukum yang ada tidak berdaya dan seolah hanya menjadi pajangan.

​”Berdasarkan Inggub, truk lintas kabupaten dan tronton overload tidak boleh lewat jalan nasional Batanghari. Tapi kenyataannya semua itu cuma aturan di atas kertas.
Aturannya mandul!” cetus salah seorang tokoh masyarakat Batanghari dengan nada kecewa.

​Menanggapi pembiaran yang berlarut-larut, masyarakat Batanghari melayangkan desakan keras kepada jajaran instansi penegak hukum dan regulator lalu lintas. Mereka menuntut Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batanghari, Dishub Provinsi Jambi, Satlantas Polres Batanghari, hingga Dirlantas Polda Jambi untuk segera turun ke jalan dan melakukan penindakan tegas tanpa pandang bulu.

​Warga menegaskan agar aparat tidak menunggu hingga timbul penolakan atau aksi massa yang lebih masif.

​”Kami minta penegak aturan segera bertindak tegas di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya kehabisan kesabaran dan terpaksa mengambil tindakan sendiri,” tegas warga.

​Hingga saat ini, arus lalu lintas angkutan batubara di sepanjang jalur nasional Batanghari masih dipadahi kendaraan bertonase berat. Masyarakat berharap sinergi antara Dishub dan Kepolisian dapat segera membuahkan aksi nyata demi mengembalikan fungsi jalan nasional serta menjamin keadilan dan keselamatan warga sekitar.(Red)

Jurnalis:M.EFRIN.SH