JAMBI-BATANG HARI-MUARO JAMBI-,Jalur lintasan angkutan batubara di wilayah Kabupaten Batanghari hingga Muaro Jambi makin tidak ramah bagi para pengemudi truk. Praktik pungutan liar (pungli) yang kian merajalela membuat koridor transportasi energi ini dijuluki para sopir sebagai “surga bagi pelaku pungli”, akibat minimnya tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) di lapangan.
Kondisi tersebut dikeluhkan langsung oleh sejumlah driver yang saban hari menggantungkan hidup di sepanjang jalan nasional Jambi. Mereka menilai situasi saat ini sudah pada tahap mengkhawatirkan karena diwarnai aksi intimidasi fisik dan ancaman keselamatan berlalulintas.
”Sekarang tambah parah saja, Bang. Kalau tidak dikasih, mereka tidak segan-segan menyinari mata kami pakai senter yang sangat terang dan membentak dengan nada kasar,” ujar salah satu driver angkutan batubara saat menyampaikan keluhannya kepada awak media.
Aksi menyinari mata pengemudi dengan senter berdaya tinggi (high-lumen) saat kendaraan sedang berjalan sangat membahayakan keselamatan jiwa. Selain merusak visibilitas jalan secara mendadak, tindakan ceroboh tersebut berpotensi besar memicu kecelakaan lalu lintas beruntun yang merugikan pengguna jalan lainnya.
Para pengemudi menuding ada kesan pembiaran dari pihak berwenang terhadap menjamurnya pos-pos pungli liar di sepanjang rute Batanghari hingga Muaro Jambi. Mereka mempertanyakan fungsi pengawasan dan penegakan hukum yang dianggap melonggar, sehingga memberi ruang gerak bebas bagi para oknum premanisme jalanan.
Guna mencegah konflik sosial dan menjaga keselamatan kerja para transportir, barisan sopir melayangkan desakan terbuka kepada Polda Jambi, Polresta Jambi, Polres Muaro Jambi, hingga Polres Batanghari untuk segera turun ke jalan melakukan sweeping dan penertiban berskala besar.
”Harapan kami kepada Kapolda Jambi dan jajaran Polres terkait, segera tertibkan para pelaku pungli yang sudah sangat meresahkan ini. Jangan sampai ada pembiaran yang membuat mereka makin semena-mena di jalan,” tegas para driver penuh harap.
Masyarakat menantikan langkah konkret dan tindakan terukur dari kepolisian daerah Jambi untuk membersihkan jalur vital logistik ini dari praktik pemerasan yang merusak citra penegakan hukum di Bumi Sepucuk Jambi Lurah Sembilan.(Red)
Jurnalis: Taufik Hidayat






