​BATANGHARI — Upaya Pemerintah Kabupaten Batanghari dalam meningkatkan kedisiplinan dan kinerja pegawai melalui peluncuran aplikasi Sikepo 2.0 dinilai belum berjalan optimal di lapangan. Di lingkungan SMP Negeri 16 Batanghari, penerapan sistem presensi digital tersebut disinyalir masih diwarnai celah pelanggaran oleh oknum pegawai yang memanfaatkan kelemahan pengawasan.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, praktik absensi terselubung marak terjadi. Sejumlah oknum pegawai disinyalir hanya hadir pada pagi hari untuk melakukan presensi masuk, kemudian langsung meninggalkan lingkungan sekolah tanpa menjalankan tugas dan kewajiban. Oknum tersebut baru kembali pada sore hari sekadar untuk mengisi presensi pulang, bahkan kerap tanpa mengenakan seragam dinas resmi.

​Sikap pengabaian terhadap tanggung jawab pelayanan pendidikan ini diduga melibatkan beberapa oknum pegawai berinisial MS, DP, WY, EV, serta ES. Kondisi ini dikeluhkan karena dinilai merugikan hak belajar siswa dan mencoreng tata kelola aparatur di lingkungan sekolah.

​Lemahnya pengawasan serta tata kelola internal di tingkat sekolah diduga menjadi pemantik berlarut-larutnya persoalan tersebut. Kepemimpinan Pelaksana Tugas Kepala Sekolah dinilai belum optimal dalam menguasai manajemen instansi pendidikan, sehingga memicu krisis kepedulian pegawai terhadap kewajiban profesi mereka.

​Persoalan di SMPN 16 Batanghari kian kompleks menyusul timbulnya temuan dugaan penggelembungan Dana Bantuan Operasional Sekolah yang sebelumnya sempat mencuat di media massa. Kendati isu pengelolaan anggaran tersebut telah menjadi konsumsi publik, hingga saat ini belum tampak adanya langkah konkret atau peninjauan langsung ke lapangan dari pihak berwenang.

​Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat setempat. Sebagai lembaga yang dikelola oleh putra daerah, SMPN 16 Batanghari diharapkan mampu menjadi wadah peningkatan mutu pendidikan, bukan justru mengalami kemunduran akibat tata kelola yang rapuh.

​Masyarakat dan pihak terkait mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Batanghari untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak, evaluasi menyeluruh, serta penindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan demi memulihkan kualitas pendidikan di SMPN 16 Batanghari.(Red)

Jurnalis: Randi Gunawan