BATANG HARI-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Kasus pengamanan lima unit truk tronton oleh Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Batang Hari memasuki babak baru yang kian menyita perhatian publik. Teka-teki mengenai sosok di balik armada besar tersebut kini mulai terang benderang setelah seorang pria berinisial EK secara terbuka mengakui keterlibatannya sebagai pihak yang melakukan pengawalan.
Pengakuan mengejutkan dari EK ini menjadi titik balik penting dalam pengungkapan fakta di lapangan, sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Mengaku Kawal 5 Tronton Hingga Unit di Siba Surya
Berdasarkan informasi terbaru yang dihimpun, EK mengonfirmasi bahwa lima unit tronton yang saat ini diamankan oleh Satlantas Polres Batang Hari berada dalam pengawalannya.
Tak berhenti di situ, rekam jejak pengawalan EK ternyata juga mencakup unit lainnya. Satu unit tronton yang sebelumnya sempat diamankan petugas di kawasan Siba Surya juga diakui berada di bawah pengawasannya saat melintas.
”EK disebut telah mengakui secara langsung bahwa seluruh unit tronton yang diamankan petugas tersebut berada dalam pengawalannya.”
Nama Hery Bersih dari Isu Pencatutan
Pengakuan EK secara otomatis meluruskan polemik yang sempat menyeret nama warga bernama Hery. Sebelumnya, nama Hery sempat mencuat dan dikaitkan dengan aktivitas pengawalan armada tronton bermasalah tersebut.
Kala itu, Hery membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan adanya indikasi pencatutan nama oleh pihak tak bertanggung jawab. Dengan munculnya pengakuan resmi dari EK, dugaan pencatutan nama tersebut kini terbukti, dan nama Hery sepenuhnya dibersihkan dari lingkaran aktivitas pengawalan kendaraan tersebut.
Ketegasan Satlantas Polres Batang Hari Diapresiasi
Langkah tegas Satlantas Polres Batang Hari dalam menindak dan menahan kendaraan berukuran raksasa ini mendapat perhatian luas dari masyarakat. Penertiban ini dinilai penting demi menjaga keselamatan pengguna jalan dan menegakkan aturan lalu lintas di wilayah Batang Hari.
Hingga berita ini diturunkan, publik menunggu proses hukum lanjutan dari pihak kepolisian terkait sanksi maupun tindakan tegas yang akan diambil terhadap pihak pengawal maupun pemilik armada tronton tersebut.(Red)
jurnalis: Taufik Mersam






