BATANGHARI – Pelaksanaan Program Bantuan Pemerintah untuk Revitalisasi Satuan Pendidikan di SD Negeri 140/I Sungai Lais, Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, terus menjadi perhatian. Meski telah melewati jadwal mulainya pengerjaan pada 1 September 2026, pihak pelaksana dan pemborong tetap optimis proyek senilai miliaran rupiah ini rampung sesuai target.
Proyek yang didanai melalui APBN Tahun Anggaran 2026 dari Direktorat Sekolah Dasar, Ditjen PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini mengucurkan anggaran sebesar Rp1.106.680.000,-. Proyek tersebut dikelola langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) dengan masa kerja selama 120 hari kalender, terhitung sejak 1 September hingga 30 Desember 2026.
Ketua P2SP SDN 140/I Sungai Lais, Jasmawi, mengungkapkan bahwa hingga Minggu (06/09/2026), kegiatan fisik di lapangan belum dimulai secara resmi karena dokumen Surat Perintah Kerja (SPK) masih dalam proses.
”Sampai saat ini saya selaku ketua panitia memang belum menandatangani SPK. Walau secara jadwal tertulis pekerjaan dimulai tanggal 1 September, kami masih menunggu proses administrasi tersebut diselesaikan,” ujar Jasmawi.
Kendati keterlambatan pengerjaan awal sempat menimbulkan pertanyaan, pihak pelaksana lapangan tetap menunjukkan komitmen tinggi. Ijal, kontraktor/pemborong asal Hutan Lindung yang dipercaya menangani pengerjaan fisik di lokasi, menegaskan bahwa penyesuaian jadwal awal tidak akan mengganggu hasil akhir.
Ijal optimis seluruh item revitalisasi gedung dan fasilitas sekolah dapat dirampungkan secara optimal dalam kurun waktu 120 hari kerja yang telah dialokasikan.
”Kami optimistis pekerjaan ini akan selesai tepat waktu dan sesuai dengan ketentuan kontrak 120 hari kerja. Begitu semua administrasi tuntas, pengerjaan akan segera dimaksimalkan,” tegas Ijal.
Program revitalisasi ini sangat diharapkan oleh pihak sekolah dan warga masyarakat Desa Malapari. Melalui kucuran dana APBN sebesar Rp1,1 miliar lebih ini, SDN 140/I Sungai Lais diyakini akan memiliki fasilitas belajar-mengajar yang jauh lebih layak, aman, dan nyaman bagi para murid.(*)
Jurnalis:Azharudin.spd.i






