BATANGHARI — Kendati gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Malapari baru akan berlangsung pada 2027, atmosfer politik di desa ini mulai hangat. Pembicaraan mengenai sosialisasi figur pemimpin tak lagi sekadar bisik-bisik, melainkan sudah meluas dari meja warung kopi, perkumpulan keluarga, hingga ruang diskusi komunitas pemuda.
Taktik Bergerak Halus dan Pemetaan Basis
Meski belum ada deklarasi resmi maupun pembentukan tim pemenangan terbuka, sejumlah tokoh yang diprediksi maju mulai mengatur strategi. Pendekatan yang dilakukan masih tergolong halus namun terukur:
Silaturahmi Tokoh: Membangun komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat dan sepuh desa.
Konsolidasi Internal: Memperkuat basis dukungan keluarga dan kerabat dekat.
Pemetaan Basis: Mengukur peta kekuatan suara di setiap wilayah RT/dusun.
Pencitraan Positif: Hadir aktif dalam berbagai kegiatan sosial warga secara konsisten.
Isu Pemuda dan Lapangan Kerja Jadi Kartu Truf
Pilkades 2027 diperkirakan menjadi ajang pembuktian keberpihakan calon terhadap generasi muda. Maraknya fenomena pemuda desa yang merantau akibat keterbatasan lapangan kerja menjadi tantangan riil yang wajib dijawab lewat program nyata, bukan sekadar janji seremonial.
”Pemuda jangan hanya didekati ketika momentum politik tiba; mereka harus dilibatkan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan desa.”
Kebutuhan mendesak yang kini menjadi perhatian warga meliputi:
Pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan industri dan wirausaha lokal.
Penguatan modal dan wadah Usaha Ekonomi Pemuda (UEP).
Dukungan penuh terhadap ruang seni, olahraga, dan digitalisasi desa.
Pelibatan generasi muda dalam pengambilan keputusan alokasi Dana Desa.
Ujian Kolaborasi Antargenerasi dan Transparansi
Kontestasi mendatang tidak hanya menjadi panggung bagi figur berpengalaman, tetapi juga membuka peluang besar bagi tokoh muda berpengaruh. Meski demikian, kepemimpinan Desa Malapari ke depan menuntut figur yang mampu menjembatani energi kaum muda dengan kearifan para tokoh senior.
Masyarakat kini semakin kritis dalam menilai rekam jejak. Harapannya, Pilkades Malapari 2027 bersih dari praktik politik uang (money politics) dan narasi pemecah belah, serta berfokus penuh pada adu program pembangunan yang transparan.
Riak politik yang mulai muncul saat ini merupakan sinyal positif kedewasaan demokrasi warga Desa Malapari. Waktu yang tersisa menjadi ruang bagi masyarakat untuk menguji integritas para bakal calon sebelum menentukan arah masa depan desa mereka.(Red)
Jurnalis: FIKRI SH.i.MH






