​MUARA BULIAN – Akses infrastruktur di Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, kembali menjadi sorotan tajam. Kondisi jembatan penghubung vital yang melintasi kawasan Desa Malapari, Sei Lais, Napal Sisik, hingga Desa Terusan di Kecamatan Muara Bulian kini sangat memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga.

​Meski keberadaannya sangat krusial, hingga saat ini belum tampak tanda-tanda perbaikan dari Pemerintah Kabupaten Batanghari maupun Pemerintah Provinsi Jambi. Ketiadaan penanganan ini memicu kekecewaan mendalam dari masyarakat yang terpaksa bertaruh nyawa saban hari.

​Ancam Keselamatan hingga Telan Korban Jiwa

​Kerusakan fisik jembatan tak lagi sekadar menghambat perjalanan, tetapi telah menjadi jalur maut bagi para pengguna jalan. Struktur yang rapuh dan membahayakan kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Tragisnya, insiden di lokasi tersebut dilaporkan telah memakan banyak korban luka-luka, bahkan hingga merenggut nyawa warga.

​Kondisi ekstrem ini membuat masyarakat diliputi rasa cemas setiap kali melintas, terutama saat malam hari atau ketika cuaca buruk.

​Urat Nadi Hasil Pertanian Terancam Lumpuh

​Jembatan ini merupakan jalur utama distribusi ekonomi bagi warga Desa Malapari, Napal Sisik, hingga Desa Terusan. Setiap harinya, para petani mengandalkan akses tersebut untuk mengangkut hasil panen, khususnya padi dan komoditas pertanian lainnya menuju pusat pasar.

​Terhambatnya akses jalan ini berdampak langsung pada kelancaran distribusi pangan dan melonjaknya biaya logistik. Jika jembatan ini sampai terputus total, roda perekonomian ribuan warga di beberapa desa tersebut dipastikan ikut lumpuh.

​Desak Tindakan Nyata Pemerintah

​Masyarakat mendesak Pemkab Batanghari dan Pemprov Jambi untuk segera turun ke lapangan dan mengambil tindakan konkret. Warga menuntut perbaikan permanen yang layak dan aman, bukan sekadar janji atau penanganan sementara.

​Pemerintah daerah diharapkan segera merealisasikan rekonstruksi jembatan ini demi menyelamatkan keselamatan jiwa warga serta menjaga keberlangsungan perekonomian masyarakat peternak dan petani di Muara Bulian.(Red)

Jurnalis:JASMAWI.SH