HARIMAUSANGKILAN,COM-BATANG HARI-JAMBI,-5 Alasan Penting Mengapa pelajaran PMP Perlu Diadakan Kembali
1. Fondasi Pembentukan Karakter dan Budi Pekerti

PMP pada intinya bertujuan menanamkan nilai-nilai luhur dan etika dalam diri siswa.

Tujuan: Mengajarkan siswa untuk bersikap santun, jujur, bertanggung jawab, dan memiliki empati sosial.

Relevansi Saat Ini: Di tengah maraknya isu bullying dan merosotnya etika sosial di kalangan remaja (terutama di media sosial), penekanan eksplisit pada pendidikan moral dan budi pekerti sangatlah mendesak.

2. Memperkuat Pemahaman Ideologi Negara (Pancasila)

PMP mengajarkan Pancasila bukan hanya sebagai hafalan, melainkan sebagai pedoman hidup dan pandangan dunia (way of life).

Tujuan: Memastikan generasi muda memahami dan menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan, seperti Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Relevansi Saat Ini: Penguatan Pancasila sangat penting untuk menangkal masuknya ideologi-ideologi ekstrem yang dapat memecah belah bangsa serta menjaga konsensus nasional.

3. Mengatasi Krisis Identitas dan Jati Diri

Di era globalisasi dan banjir informasi, siswa rentan terhadap krisis identitas dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal.

Tujuan: PMP membantu siswa menumbuhkan rasa cinta tanah air dan bangga menjadi bagian dari Indonesia dengan keragaman budaya dan agama.

Relevansi Saat Ini: Memberikan filter moral dan kebangsaan agar siswa dapat menyaring pengaruh luar tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.

4. Menumbuhkan Sikap Toleransi dan Pluralisme

Sebagai negara yang sangat majemuk, Indonesia membutuhkan pendidikan yang secara eksplisit mengajarkan cara hidup berdampingan dalam perbedaan.

Tujuan: PMP memfasilitasi pemahaman mengenai Bhinneka Tunggal Ika, mendorong toleransi antar umat beragama, suku, dan ras, serta mencegah perpecahan.

Relevansi Saat Ini: Meningkatnya polarisasi dan isu SARA di ruang publik menuntut pendidikan yang fokus pada persatuan dan kesatuan sejak dini.

5. Dasar Etika Berdemokrasi dan Kewarganegaraan

PMP meletakkan dasar bagi siswa untuk menjadi warga negara yang baik, tahu hak dan kewajiban, serta memahami etika berdemokrasi.

Tujuan: Mengajarkan konsep musyawarah, mufakat, dan partisipasi publik yang bertanggung jawab.

Relevansi Saat Ini: Mempersiapkan pemilih pemula yang cerdas, kritis, dan beretika dalam menyuarakan pendapat, baik di dunia nyata maupun digital.

Dengan memperkuat pelajaran (PMP)pendidikan moral Pancasila, diharapkan pendidikan tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan bermoral kuat, yang pada akhirnya menjadi modal utama pembangunan bangsa.(*)

Taufik Mersam