BATANGHARI — Suasana khidmat dan hangat menyelimuti Musholla Nurul Jalal, RT 09 Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, Sabtu (05/09/2026) malam. Ratusan warga bersama tokoh masyarakat berbaur penuh antusias dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang mengusung tema krusial: “Meneladani Akhlak Rasulullah di Era Gempuran Fitnah Akhir Zaman”.
Acara yang berlangsung sejak pukul 20.30 hingga 23.30 WIB tersebut diawali dengan lantunan marhaban dan shalawat merdu yang dipimpin oleh Ustadz Supriadi, membawa kedamaian sekaligus membuka rangkaian kegiatan dengan syahdu.
Ketua Panitia Pelaksana, Ismal Baini, S.HI., menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan kekompakan masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa seluruh operasional kegiatan murni lahir dari swadaya, iuran, serta tradisi gotong royong warga lingkungan setempat tanpa bergantung pada bantuan luar.
”Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas partisipasi dan dukungannya. Kerja sama ini membuktikan betapa kuatnya kebersamaan kita. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelayanan maupun penyambutan terdapat hal-hal yang kurang berkenan,” ujar Ismal Baini.
Momen berkesan dan emosional hadir saat Penjabat (Pj) Kepala Desa Malapari, Aan, memberikan sambutannya. Di hadapan jamaah, ia mengaku bersyukur dan terharu akhirnya bisa bertatap muka secara langsung dengan warga RT 09 setelah beberapa kali tertunda.
”Ini merupakan momen pertama saya berdiri di depan masyarakat Desa Malapari. Sebenarnya ini adalah undangan keempat untuk saya, namun baru kali ini saya bisa hadir karena adanya halangan pada kesempatan sebelumnya. Saya sangat mengapresiasi semangat warga, terlebih tema yang diangkat sangat penting untuk membentengi moral kita bersama di zaman sekarang,” tutur Aan.
Puncak acara diisi dengan tausiah kerohanian yang disampaikan oleh Ustadz KH. Parlindungan Hasibuan. Dalam pencerahannya, beliau mengupas tuntas tantangan zaman modern yang dipenuhi arus informasi menyesatkan, krisis moral, dan perpecahan. Beliau menegaskan bahwa satu-satunya benteng dan tolak ukur utama bagi umat Islam dalam menjaga integritas diri adalah dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW—seperti siddiq (jujur), amanah (terpercaya), tabligh (menyampaikan kebaikan), dan fathanah (bijaksana). Pesan-pesan mendalam tersebut disimak dengan penuh antusias oleh para jamaah hingga akhir acara.
Rangkaian kegiatan spiritual ini kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh,Bapak Ali Imro.S.ag.M.H.KUA.MSI memohon keberkahan dan perlindungan bagi seluruh warga desa. Acara lalu dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Melalui kegiatan ini, warga RT 09 Desa Malapari tidak hanya membuktikan kemandirian dan soliditas dalam bergotong royong, tetapi juga berhasil menjadikan Peringatan Maulid Nabi sebagai momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan benteng moral masyarakat di era modern.(*)





