BATANGHARI, JAMBI-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Pemandangan miris kini menghiasi lingkungan Kantor Bupati Batanghari. Di balik kemegahan gedung pemerintahan, tersimpan keresahan mendalam yang dirasakan oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN). Di Jambi, keluhan mereka semakin memuncak akibat belum adanya kepastian mengenai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13, dua penopang ekonomi yang sangat dinanti.
Suara-suara keluhan pun bermunculan. Dengan nada pasrah, beberapa pegawai mengutarakan bahwa proses penantian ini sangat melelahkan, mengibaratkannya seperti menanti hingga rambut memutih.
Keterlambatan ini menyebabkan tekanan psikologis yang besar bagi mereka yang mengandalkan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.
Sementara di sisi lain, kontras terlihat di kalangan pegawai swasta Jambi yang tampak menikmati stabilitas keuangan mereka. Perbedaan ini semakin memperparah kekecewaan para PNS yang merasa hak-hak mereka terabaikan di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fadhil Arief. “Idak mening kepalak mikir THR,” kata sebagian dari mereka, menggambarkan kepasrahan dan kelelahan mental yang mendalam.
Kini, di depan gedung Kantor Bupati Batanghari, keputusasaan terlihat jelas dari raut wajah para pegawai. Di tengah ketidakpastian ini, satu-satunya harapan bagi mereka adalah kepemimpinan yang berempati dan segera menindaklanjuti keluhan mereka. Masyarakat pun turut menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan ini dan memberikan keadilan bagi seluruh pegawai.(Red)
Tim: Redaksi






