BATANGHARI-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Rasa lelah dan ketidakpastian kini menyelimuti ribuan Abdi Negara dan Perangkat Desa di Kabupaten Batanghari, Jambi. Bagaimana tidak, hak dasar yang menjadi tumpuan hidup keluarga mereka hingga kini belum kunjung menemui titik terang pembayarannya dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari.

​Situasi memprihatinkan melanda para perangkat desa yang harus mengurut dada lantaran belum menerima Penghasilan Tetap (Siltap) dan tunjangan selama hampir 8 bulan. Di sisi lain, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Batanghari juga merasakan nasib serupa; gaji ke-13 dan Tunjangan Hari Raya (THR) yang sangat mereka harapkan untuk memenuhi kebutuhan mendesak belum juga dicairkan.

​Bagaikan “Menunggu Kayu Aro Tasepit di Ilir”

​Bagi masyarakat lokal, penantian panjang tanpa kepastian ini melahirkan kembali pepatah lama Melayu Jambi: “Bagaikan menunggu kayu aro tasepit di ilir”—sebuah perumpamaan mendalam yang menggambarkan situasi menunggu sesuatu yang mustahil atau sangat sulit untuk terwujud dalam waktu dekat.

​”Kami ini punya keluarga yang harus diberi makan, anak-anak yang harus sekolah, dan cicilan yang terus berjalan. Menunggu gaji selama berbulan-bulan tanpa kepastian rasanya seperti menunggu hal yang tidak mungkin,” keluh salah satu perangkat desa yang enggan disebutkan namanya.

​Dampak keterlambatan ini berantai. Ekonomi tingkat tapak lesu, daya beli merosot, dan beban psikologis para pekerja publik kian menumpuk.

​Slogan “Super Tangguh” yang Berubah Menjadi “Super Ditangguhkan”

​Kondisi ironis ini memicu kritik pedas dan keprihatinan dari berbagai lapisan masyarakat. Slogan pembangunan “Batanghari Super Tangguh” yang digaungkan oleh Bupati Batanghari, Mhd. Fadhil Arief, kini justru diartikan secara skeptis oleh publik.

​Masyarakat menyoroti bahwa di balik retorika “tangguh”, kenyataan di lapangan justru memperlihatkan bahwa berbagai hak finansial vital bagi penggerak roda pemerintahan—mulai dari tingkatan desa hingga kabupaten—seolah “super ditangguhkan”.(*)

Jurnalis:Taufik Mersam