JAMBI-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Tanah pilih tanah bertuah itulah negeri jambi yang dikenal sebagai “Negeri Beradat, Negeri Beradab” kini tengah menghadapi tantangan moral yang serius di tengah arus modernisasi dan digitalisasi.

Sorotan tajam muncul ketika di salah satu grup WhatsApp forum komunikasi masyarakat jambi menggapai keadilan ( JMK ), yang di diskusikan oleh salah satu admin grup tersebut, Bg Fiet Haryadi, memberikan pernyataan tegas dalam diskusi grup.

Menanggapi keresahan masyarakat dan anggota mengenai situasi terkini di Jambi, ia menyebutkan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan degradasi moral yang memprihatinkan.“Jambi juga makin parah,” ungkapnya singkat namun sarat makna saat merespons pertanyaan mengenai fenomena LGBT di wilayah tersebut.

Maksiat Berkedok Hiburan Keluarga
Hasil pantauan dan aspirasi masyarakat di dalam forum tersebut mengungkapkan kekhawatiran terhadap menjamurnya tempat-tempat prostitusi yang diduga kuat berlindung di balik kedok “Karaoke Family”. Praktik ini dianggap telah mengkhianati nilai-nilai luhur Melayu Jambi yang religius dan kental dengan adat istiadat.

Tak hanya prostitusi, fenomena LGBT (Lesbian, Gay, Biskesual, dan Transgender) pun kini disebut-sebut mulai masuk ke berbagai lapisan sosial, mengancam fondasi keluarga di Jambi.

Digitalisasi memang diperlukan bagi kemajuan masyarakat jambi, namun jika salah di gunakan akan berdampak buruk bagi masyarakat jambi, jika tidak di bareng dengan keimanan dan kontrol sosial yang kuat.

digitalisasi ini akan menggerus akidah dan menjadi pintu masuk bagi gaya hidup bebas yang merusak.

Fenomena ini bukan lagi sekadar isu, melainkan ancaman nyata yang ada di depan mata.(**)

RD Muttakin