BATANG HARI — Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan keagamaan di Kabupaten Batang Hari. Kiyai H. Lohot Hasibuan, sosok yang dikenal sebagai orang tua, guru,(Dosen UIN STS Jambi sekaligus pendiri dan pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah, telah berpulang ke Rahmatullah.
Kepergian almarhum menjadi kehilangan mendalam bagi keluarga, para santri, alumni, sahabat, serta masyarakat yang selama ini mengenal sosok beliau dan pernah menerima ilmu, nasihat, maupun keteladanan.
Informasi berpulangnya Kiyai H. Lohot Hasibuan disampaikan oleh keluarga besar PWRI Batang Hari. Saat kabar duka tersebut diterima, jenazah almarhum masih berada di RS DKT untuk proses selanjutnya.
Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren Zulhijja
Semasa hidupnya, Kiyai H. Lohot Hasibuan dikenal memiliki perhatian besar terhadap pendidikan agama serta pembinaan generasi muda.
Sebagai pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Zulhijjah, almarhum mendedikasikan waktu dan pemikirannya untuk memberikan pendidikan serta pembinaan keagamaan kepada para santri.
Bagi para santri, alumni dan orang-orang yang pernah dekat dengannya, sosok Kiyai H. Lohot Hasibuan tidak hanya dikenal sebagai seorang guru. Beliau juga dikenang sebagai sosok orang tua yang memberikan nasihat, arahan dan keteladanan dalam kehidupan.
Kepergian beliau pun meninggalkan duka yang mendalam. Namun, ilmu, nasihat dan kebaikan yang telah ditanamkan selama hidup diharapkan terus menjadi amal jariyah yang memberikan manfaat bagi banyak orang.
Insyaallah Dimakamkan di Zulhijjah
Informasi yang diterima menyebutkan, insyaallah jenazah Kiyai H. Lohot Hasibuan akan dimakamkan di kawasan Pondok Pesantren Zulhijjah.
Kabar tersebut semakin menambah suasana haru bagi keluarga besar pesantren, para santri dan alumni. Tempat yang selama ini menjadi bagian dari perjuangan beliau dalam membangun pendidikan keagamaan, diharapkan menjadi tempat peristirahatan terakhir sang kiyai.
Keluarga besar PWRI Batang Hari menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Kiyai H. Lohot Hasibuan.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Telah berpulang ke Rahmatullah orang tua kita, guru kita, Kiyai H. Lohot Hasibuan.”
Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT mengampuni seluruh dosa dan kekhilafan almarhum, menerima seluruh amal ibadah dan amal kebajikannya, melapangkan serta menerangi kuburnya, dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu.
Semoga keluarga yang ditinggalkan, para santri, alumni, sahabat dan seluruh masyarakat yang mengenal beliau diberikan keikhlasan, kesabaran dan ketabahan.
Kepergian seorang guru meninggalkan kesedihan. Namun, ilmu dan kebaikan yang telah diwariskan akan terus hidup melalui orang-orang yang pernah belajar dan mendapatkan manfaat dari beliau.
Selamat jalan, Kiyai H. Lohot Hasibuan.
Semoga husnul khatimah dan mendapat rahmat serta ampunan Allah SWT.
Al-Fatihah.






