BATANG HARI — Gelombang desakan mundur menerpa Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah SMP Negeri 16 Batang Hari, Tugino. Langkah tegas ini disuarakan secara kompak oleh Majelis Guru bersama Komite Sekolah menyusul terkuaknya serangkaian dugaan penyimpangan anggaran hingga praktik nepotisme di lingkungan sekolah.
Kepemimpinan Tugino disorot tajam lantaran dinilai mengabaikan prinsip transparansi dan tata kelola pendidikan yang bersih. Tak hanya soal pengelolaan anggaran, laporan mengenai dugaan pelanggaran etika juga disinyalir sengaja dibiarkan tanpa penanganan memadai.
Transparansi Anggaran Dipertanyakan
Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) periode 2024 hingga 2026 di SMPN 16 Batang Hari menjadi pemicu utama kegaduhan ini. Komite Sekolah dan Majelis Guru mengungkapkan bahwa selama ini mereka tidak pernah dilibatkan dalam proses perencanaan maupun pengawasan penggunaan anggaran.
Suasana kian memanas ketika rapat pembahasan Rincian Kertas Kerja (RKK) periode Juli–September 2026 yang sempat digulirkan justru mengambang tanpa kepastian. Ketidakjelasan penetapan RKK tersebut memperkuat dugaan adanya kejanggalan dalam tata kelola keuangan sekolah.
Praktik Nepotisme dan Pelanggaran Etika
Selain persoalan finansial, sorotan tajam juga tertuju pada kebijakan rekrutmen tenaga honorer yang diduga kental dengan unsur nepotisme. Pengangkatan tenaga kerja tidak dilakukan melalui kriteria baku atau kebutuhan objektif sekolah, melainkan disinyalir mengutamakan kedekatan personal.
Di sisi lain, Majelis Guru mencatat adanya pengabaian terhadap laporan indikasi pelanggaran etika di lingkungan sekolah yang hingga kini tidak pernah ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak pimpinan.
Kadis Pendidikan Batang Hari Memilih Bungkam
Upaya konfirmasi telah dilakukan awak media untuk menggali kebenaran informasi dan mendapatkan keberimbangan berita.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, memilih tidak memberikan respons saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis via WhatsApp.
Pesan yang dikirimkan guna meminta akses komunikasi dan nomor kontak Plt Kepala Sekolah SMPN 16 Batang Hari terpantau telah dibaca, tetapi hingga berita ini diturunkan, Kepala Dinas Pendidikan masih enggan memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi terkait polemik yang terjadi.(Red)
JURNALIS:JASMAWI.SH






