BATANGHARI, JAMBI-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Pemandangan hangat dan penuh kekeluargaan tersaji di Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batanghari, Minggu (9/8/2026). Calon Kepala Desa (Kades) Malapari, Syamsi, S.Pd., menggelar acara silaturahmi sekaligus makan bersama masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat setempat tepat di tepi hamparan sawah.
Kegiatan yang berlangsung bersahaja di depan kediaman Zaman Huri tersebut menjadi wadah dialog interaktif tanpa sekat antara calon pemimpin desa dan warga akar rumput. Di tengah hembusan angin sawah dan suasana keakraban, warga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan gagasan serta aspirasi krusial demi arah baru kemajuan desa.
Fokus utama yang digarisbawahi masyarakat adalah dorongan kuat agar sektor pertanian—sebagai tulang punggung perekonomian Desa Malapari—mendapatkan perhatian prioritas melalui pembenahan program yang nyata. Selain itu, warga menitipkan harapan besar agar pembangunan infrastruktur serta penyaluran bantuan sosial untuk masyarakat kurang mampu dijalankan secara adil, transparan, dan tidak tebang pilih.
”Kami merindukan kemajuan yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Jangan ada lagi istilah ‘anak kandung’ dan ‘anak tiri’ dalam pembangunan fisik maupun pembagian bantuan untuk warga tak mampu. Semua wilayah dan warga yang membutuhkan harus tersentuh secara merata,” ujar salah satu tokoh masyarakat di sela-sela dialog.
Menanggapi harapan tersebut, Syamsi, S.Pd. menyambut hangat dan menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan desa yang berkeadilan, transparan, dan berorientasi penuh pada kesejahteraan rakyat.
”Insya Allah, jika masyarakat memberikan amanah dan kepercayaan kepada saya, sektor pertanian akan menjadi pilar utama yang kita dorong bersama. Saya pastikan tidak akan ada sistem pilih kasih atau diskriminasi, baik dalam pembangunan infrastruktur maupun pendataan bantuan sosial. Bantuan harus tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan, dan pembangunan harus dirasakan adil oleh seluruh warga Desa Malapari,” tegas Syamsi.
Momen kebersamaan di pinggir sawah ini menjadi simbol kedekatan Syamsi dengan realitas kehidupan masyarakatnya.
Pendekatan langsung ke akar rumput ini tak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga memperkuat optimisme warga akan hadirnya kepemimpinan Desa Malapari yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera di masa mendatang.(Red)
Jurnalis: Taufik Hidayat






