MUARABULIAN-HARIMAUSANGKILAN,COM,-Kondisi bangunan Pasar Keramat Tinggi di Kecamatan Muarabulian, Kabupaten Batanghari, mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, fasilitas publik yang dibangun menggunakan dana daerah hingga puluhan miliar rupiah tersebut kini berada dalam kondisi rusak berat dan dinilai minim perawatan.
Keluhan tersebut mengemuka setelah sebuah video unggahan akun TikTok Yopi Mardiansyah viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia memperlihatkan sudut-sudut bangunan pasar yang tampak terbengkalai dan rusak parah di beberapa bagian.
”Macam mano la bangunan la hancur macam iko, dimanola perhatian Pemerintah Batanghari iko. Bangunan sudah amburadul macam iko,” ujar Yopi Mardiansyah dalam unggahan videonya, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi fasilitas umum tersebut.
Sorotan Publik dan Resah atas Anggaran Miliaran Rupiah
Unggahan tersebut merespons kekecewaan masyarakat luas. Sejumlah netizen dan warga lokal menyayangkan pembiaran yang terjadi pada proyek pasar tersebut. Pasar yang semula diharapkan menjadi pusat pergerakan ekonomi warga Muarabulian, kini justru terkesan ditinggalkan tanpa pemeliharaan yang signifikan.
Publik menilai, investasi besar yang telah dikucurkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari menjadi tidak efektif jika fasilitas yang ada dibiarkan terbengkalai hingga rusak. Berbagai nada protes pun bermunculan meminta pertanggungjawaban serta tindak lanjut nyata dari dinas dan instansi terkait.
Harapan Perbaikan dan Evaluasi
Masyarakat berharap Pemkab Batanghari segera turun tangan untuk melakukan peninjauan lapangan dan penganggaran perawatan atau perbaikan. Langkah cepat dinilai sangat penting agar bangunan dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh para pedagang dan masyarakat sekitar, sekaligus menyelamatkan aset daerah yang bernilai tinggi tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, pihak dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batanghari belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah konkrit yang akan diambil untuk mengatasi kerusakan bangunan Pasar Keramat Tinggi tersebut.(*)
Jurnalis:Taufik Mersam






