BATANGHARI-HARIMAUSSNGKILAN,COM,-Ibarat pepatah adat Jambi “bagaikan menanti kayu aro tasepit di ilir”, belasan bulan berganti tahun berlalu tanpa kejelasan. Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari, Provinsi Jambi, kini harus mengurut dada. Hak tunjangan berupa Tunjangan Hari Raya (THR) dan Gaji ke-13 yang dinantikan tak kunjung ditransfer ke rekening para ASN, meredupkan harapan yang kian hari kian musnah.
Persoalan keterlambatan dan belum dicairkannya tunjangan ini memicu ketidakpastian mendalam di kalangan aparatur sipil negara. Banyak PNS mengeluhkan minimnya kepastian serta solusi konkret dari Pemkab Batanghari. Janji-janji penanganan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai sebatas janji manis tanpa mengeksekusi langkah teknis yang nyata.
”Kami hanya bisa menunggu tanpa kepastian. Padahal kebutuhan hidup terus berjalan, apalagi THR dan Gaji 13 itu sangat diandalkan untuk menopang kebutuhan keluarga dan pendidikan anak,” ungkap salah seorang PNS di Batanghari yang enggan disebutkan namanya.
Hingga berita ini diturunkan, krisis pencairan tunjangan ASN di Pemkab Batanghari menjadi sorotan publik setempat. Belum tersedianya skema penyelesaian yang jelas dari pemerintah daerah terus menuai kritik, lantaran hak normatif pegawai seharusnya menjadi prioritas dalam penganggaran APBD.
Para ASN berharap instansi terkait dan pemangku kebijakan di Kabupaten Batanghari segera memberikan transparansi mengenai kendala keuangan yang terjadi, sekaligus menentukan tanggal pasti pembayaran THR dan Gaji 13 yang tertunda tersebut.(*)
Jurnalis: Taufik Mersam






