BATANG HARI-HARIMAUSANGKILAN,COM,- Refleksi Gerakan Kader PMII dan Tantangan dalam Dunia Digital,Selamat Harlah PMII
Oleh: PIKRI, S.Pd.I., M.Pd
SEKRETARIS CABANG IKA PMII BATANGHARI

Momentum Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tidak dapat dilepaskan dari sejarah panjang perjuangan lahirnya organisasi ini. PMII resmi berdiri pada 17 April 1960 di Surabaya, sebagai jawaban atas kebutuhan mahasiswa Islam untuk memiliki wadah gerakan yang berpijak pada nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah sekaligus berkomitmen pada keindonesiaan.

Kelahiran PMII dipelopori oleh sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama yang memiliki visi besar terhadap masa depan gerakan mahasiswa Islam. Di antara tokoh penting tersebut adalah Mahbub Djunaidi, yang dikenal sebagai intelektual dan jurnalis ulung, yang turut memberikan kontribusi dalam arah gerakan intelektual dan keislaman.

Sebagaimana semangat yang pernah disampaikan oleh Mahbub Djunaidi, “Mahasiswa harus menjadi manusia yang berpikir bebas, tetapi tetap berpijak pada nilai dan tanggung jawab sosial.”

Namun, proses berdirinya PMII bukan tanpa tantangan. Pada masa itu, dinamika politik dan ideologi di Indonesia sangat kuat dan cenderung berpolaritas tajam. Mahasiswa Islam menghadapi tekanan dari berbagai ideologi besar seperti nasionalisme sekuler dan komunisme.

Memasuki era digital, tantangan kader PMII mengalami transformasi yang signifikan. Dunia digital telah mengubah pola gerakan mahasiswa. Media sosial dan platform digital menjadi arena utama dalam membangun opini dan menyebarkan gagasan.

Dalam konteks ini, pesan moral dari Sahal Mahfudh menjadi sangat relevan: “Ilmu harus diamalkan untuk kemaslahatan umat.”

Namun, dunia digital juga menghadirkan tantangan serius berupa hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi sosial.

Kader PMII dituntut untuk menjadi agen literasi digital yang mampu menghadirkan narasi yang cerdas, santun, dan beretika.

Akhirnya, Harlah PMII harus dimaknai sebagai momentum refleksi dan transformasi. Dari sejarah kelahirannya hingga era digital saat ini, PMII dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.

Selamat Harlah PMII.
Semoga terus melahirkan kader-kader intelektual yang tangguh, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan zaman dengan bijak dan progresif.Zikir, Pikir, amal sholeh(**)

RD